Dashboard Performa Laba Rugi
Safe Sync LiveSesi akan segera berakhir
Demi keamanan, sesi berakhir otomatis 4 jam sesudah login. Isian yang belum tersimpan akan hilang.
Rp 0 / Rp 0
0 hari belum diisi di bulan ini
Tanggal . Hari tanpa data tetap dibebani biaya operasional, sehingga Net Profit terlihat lebih kecil dari kenyataan.
Rp 0
Rp 0
Rp 0
Rp 0
Omzet Ads - HPP - Admin - Iklan(+Pajak) - Voucher/Diskon
Rp 0
Omzet Partai - HPP - Admin - Voucher/Diskon Partai
Rp 0
Omzet Affiliate - HPP - Admin - Voucher/Diskon - Komisi Affiliate
Rp 0
Omzet Reseller - HPP - Admin - Voucher/Diskon Reseller
Rp 0
Omzet Organik - HPP - Admin - Voucher/Diskon Organik
Channel Profit Margin Comparison Chart
Visualisasi Proporsi Kontribusi Keuntungan Antara Ads, Partai, Affiliate, Reseller, & Organik Profit
Rp 0
Total Spent Multi-Channel (+Pajak 11%)0.00x
Efisiensi Belanja Iklan0.0%
Weekly Performance Breakdown
Rincian Omzet, Net Profit, dan Iklan (+Pajak 11%) per Minggu
Rp 0
Multi-Channel (+Pajak 11%)0.00x
Omzet Ads / Biaya Iklan0.0%
Rasio Iklan vs Omzet AdsRp 0
Biaya Iklan per Pcs TerjualRp 0
Laba Murni Kanal AdsDiagram Batang Tren Iklan Harian (Ads Omzet, Biaya Iklan, & Ads Profit)
Visualisasi tren performa harian khusus kanal Ads per tanggal
Laporan Harian Matrix Performa Laba Rugi & Iklan
Rincian performa harian khusus Kanal Ads (Iklan)
| Tanggal | Total Omzet | Total HPP | Laba Kotor | Budget Iklan | Total Iklan +Pajak 11% | Voucher/Diskon | Total Biaya Admin | Pajak Marketplace | Ads Profit | Net Profit | Persentase Biaya Iklan | ROASAds | ROI (%)Ads | Order/INV | Total Pcs | Cost/Sales | AOV | UPT |
|---|
Akumulasi Total 1 Tahun
Rp 0
Rp 0
0.00x
0.00%
Diagram Batang Tren Bulanan (Omzet, Spent Budget, & Net Profit)
Visualisasi 3 komparasi per bulan: Total Omzet Bulanan, Spent Budget + Pajak 11%, dan Net Profit
Rekapitulasi Matrix Bulanan (Spent Budget & Omzet)
Rincian alokasi biaya iklan per channel, total budget, omzet total bulanan, Ads Profit, Net Profit, ROAS, dan % biaya iklan Jan - Des
| Month | Lazada | Google Ads | Meta Ads | Shopee | TikTok Ads | Total Iklan | Pajak Iklan 11% | Total Iklan + Pajak 11% | Bonus Saldo Iklan | Omzet | Fix Cost | Pajak Marketplace | Ads Profit | Net Profit | ROAS | Persentase Biaya Iklan |
|---|
Perbandingan ROAS Antar Channel Iklan
Membandingkan efisiensi belanja iklan tiap channel yang punya data omzet, untuk membantu menentukan alokasi budget
Performa Iklan Shopee
Laporan ringkasan KPI dan matriks harian performa 4 channel iklan Shopee
Rp 0
Akumulasi 4 Jenis Iklan (sebelum pajak)Rp 0
Hasil Penjualan Iklan0.00x
Return on Ad Spend0.00%
Rasio Iklan vs Omzet| Tanggal | Iklan Produk (Individual & Grup) | Iklan Produk (Otomatis) | Iklan Toko | Iklan Live | TOTAL BIAYA | TOTAL OMZET | ROAS | ACOS (%) | Cost/sales | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Biaya | Omzet | ROAS | Cost/sales | Biaya | Omzet | ROAS | Cost/sales | Biaya | Omzet | ROAS | Cost/sales | Biaya | Omzet | ROAS | Cost/sales | ||||||
Performa Iklan TikTok (GMV Max)
Laporan ringkasan KPI dan matriks harian performa iklan TikTok GMV Max.
Rp 0
GMV Max Ads (sebelum pajak)Rp 0
Hasil Penjualan TikTok0.00x
Return on Ad Spend0.00%
Rasio Iklan vs Omzet| Tanggal | Biaya Websitecatatan | Biaya GMV Max | Omzet GMV Max | Jumlah Order | Jumlah Pcs | Cost/sales | ROAS | ACOS (%) |
|---|
Performa Iklan Lazada
Laporan ringkasan KPI dan matriks harian performa iklan Lazada.
Rp 0
Lazada Ads (sebelum pajak)Rp 0
Hasil Penjualan Lazada0.00x
Return on Ad Spend0.00%
Rasio Iklan vs Omzet| Tanggal | Biaya Iklan | Omzet Lazada | Jumlah Order | Jumlah Pcs | Cost/sales | ROAS | ACOS (%) |
|---|
Riwayat Data Transaksi
Klik ikon Edit (pensil) untuk mengubah data langsung melalui Popup Modal
| ID TRANSAKSI | TANGGAL | TOTAL OMZET | TOTAL HPP | IKLAN (+PAJAK 11%) | NET PROFIT | % AD SPEND | CATATAN | DIBUAT OLEH | DIUBAH OLEH | AKSI |
|---|
Pengaturan Parameter Operasional
Atur Alokasi Beban Gaji & Operasional Tetap Bulanan
Pengaturan Identitas Toko & Branding
Atur Nama Toko dan Logo Toko.
Backup Database
Menggandakan seluruh spreadsheet jadi file baru bertanggal di Google Drive Anda.
Kapan sebaiknya dipakai
Sebelum melakukan update yang menyentuh struktur database. Salinan ini tetap selamat walau file aslinya terhapus, berbeda dengan Riwayat Versi bawaan Google yang hidup di dalam file yang sama.
Berkas disimpan di luar folder web sehingga tidak bisa diunduh sembarang orang. Sebaiknya unduh dan simpan salinannya di komputer Anda secara berkala.
Impor Data dari CSV
Memindahkan data dari Excel atau Google Sheets tanpa mengetik ulang. Data akan diperiksa dulu sebelum benar-benar disimpan.
Cara menyiapkan berkasnya
- Klik Unduh Berkas Contoh — isinya sudah memuat nama kolom yang benar.
- Buka dengan Excel atau Google Sheets, isi datanya. Satu baris untuk satu tanggal.
- Kolom tanggal wajib diisi. Kolom lain boleh dikosongkan atau diisi 0.
- Simpan sebagai CSV, lalu klik Pilih Berkas CSV di atas.
- Periksa hasil pemeriksaannya, baru tekan tombol impor.
Tanggal yang sudah ada datanya akan ditimpa, bukan digandakan. Bila ada satu baris saja yang bermasalah, tidak ada satu pun baris yang diimpor.
Log Aktivitas
Mencatat siapa melakukan apa dan kapan — termasuk data yang sudah dihapus.
| Waktu | Pengguna | Aktivitas | Rincian | IP |
|---|
User Guide
Penjelasan singkat setiap menu dan setiap angka di dalamnya. Klik nama menu untuk membuka.
Dashboard
Seluruh angka di menu ini mencakup kelima kanal (Ads + Partai + Affiliate + Reseller + Organik) untuk bulan berjalan.
Memilih periode
- Bulan & Tahun
- Seluruh angka di Dashboard mengikuti periode yang dipilih di sini. Bawaannya bulan berjalan. Daftar tahunnya memuat semua tahun yang sudah berdata, ditambah tahun berjalan.
- Tombol Bulan Ini
- Kembali ke bulan berjalan. Selama pilihannya masih bulan berjalan, aplikasi yang dibiarkan terbuka melewati pergantian bulan akan ikut berpindah dengan sendirinya.
- Pembanding ▲ / ▼
- Selalu membandingkan dengan bulan sebelum periode yang dipilih — bukan selalu bulan lalu dari hari ini.
- Menyimpan data saat melihat bulan lain
- Dashboard tetap pada periode yang sedang Anda lihat, tidak melompat balik ke bulan berjalan.
Tracker target
- Tracker Target Omzet Bulanan
- Progres target omzet bulan ini, dan berapa omzet harian yang masih dibutuhkan untuk mencapainya. Targetnya diambil dari menu Operasional, sesuai bulan dan tahun periode yang sedang dilihat.
- Progress (%)
- Total Omzet bulan berjalan ÷ Target Omzet Bulanan × 100
Kartu ringkasan
- Total Fix Cost
- Biaya operasional tetap yang sudah berjalan sampai hari ini. Dihitung pro-rata: Beban Gaji bulan dan tahun itu ÷ jumlah hari dalam bulan × jumlah hari yang sudah lewat.
- Total Laba Kotor
- Total Omzet (5 kanal) − Total HPP (5 kanal)
- Net Profit (Laba Bersih Akhir)
- Ads Profit + Partai Profit + Affiliate Profit + Reseller Profit + Organik Profit − Fix Cost − Biaya Lainnya
- ROI
- Persentase untung bersih dibanding seluruh biaya yang dikeluarkan.
Net Profit ÷ Total Biaya × 100
Total Biaya = HPP + Biaya Admin + Iklan (+pajak) + Voucher + Komisi Affiliate + Fix Cost + Biaya Lainnya.
Lima kartu laba per kanal
- Ads Profit
- Omzet Ads − HPP Ads − Admin Ads − Biaya Iklan (+pajak) − Voucher Ads
- Partai Profit
- Omzet Partai − HPP Partai − Voucher Partai − Admin Partai
- Affiliate Profit
- Omzet Affiliate − HPP Affiliate − Admin Affiliate − Voucher Affiliate − Komisi Affiliate
- Reseller Profit
- Omzet Reseller − HPP Reseller − Voucher Reseller − Admin Reseller
- Organik Profit
- Omzet Organik − HPP Organik − Voucher Organik − Admin Organik
- Kenapa hanya Ads yang dipotong biaya iklan
- Karena hanya kanal Ads yang penjualannya berasal dari iklan. Membebankan biaya iklan ke Partai, Affiliate, Reseller, atau Organik akan membuat keempatnya terlihat rugi padahal tidak.
Diagram & angka iklan
- Channel Profit Margin Comparison Chart
- Diagram lingkaran perbandingan kontribusi untung dari Ads, Partai, Affiliate, Reseller, dan Organik. Kanal yang rugi (laba minus) dianggap 0 di diagram ini supaya lingkarannya tetap terbaca.
- Total Iklan (+Pajak 11%)
- Total belanja iklan seluruh platform bulan berjalan, sudah termasuk pajak.
- ROAS
- Total Omzet (5 kanal) ÷ Total Iklan (+pajak)
- Sengaja memakai omzet seluruh kanal, karena di Dashboard pertanyaannya adalah “setiap Rp 1 iklan menghasilkan berapa rupiah penjualan bagi bisnis?”. Untuk mengukur efisiensi iklan murni, pakai ROAS di Laporan Harian yang hanya memakai Omzet Ads.
- Persentase Biaya Iklan
- Total Iklan (+pajak) ÷ Total Omzet (5 kanal) × 100
- Berubah merah bila melewati Batas Max Biaya Iklan yang diatur di menu Operasional.
Bagian bawah
- Weekly Performance Breakdown
- Omzet, biaya iklan, dan net profit dipecah per minggu: 1–7, 8–14, 15–21, dan 22–akhir bulan.
- Penanda ▲ / ▼
- Perbandingan dengan bulan sebelum periode yang sedang dilihat. Aturannya beda untuk bulan berjalan dan bulan yang sudah lewat:
Bulan berjalan dibandingkan dengan penggal yang sama. Kalau hari ini tanggal 10, yang dibandingkan tanggal 1–10 bulan ini melawan tanggal 1–10 bulan lalu — membandingkan 10 hari melawan sebulan penuh jelas menyesatkan.
Bulan yang sudah lewat dibandingkan dengan bulan sebelumnya secara penuh, karena keduanya sama-sama sudah selesai.
Laporan Harian
Tabelnya menampilkan kesehatan bisnis harian — kelima kanal digabung. Yang dikecualikan hanya lima kolom pengukur iklan: Ads Profit, Persentase Biaya Iklan, ROAS Ads, ROI Ads, dan Cost/Sales. Lima kartu di atas tabel dan diagram batangnya juga khusus iklan.
Aturan cakupan angka di menu ini
- Angka bisnis → kelima kanal
- Total Omzet, Total HPP, Laba Kotor, Voucher/Diskon, Total Biaya Admin, Order/INV, Total Pcs, AOV, UPT, dan Net Profit menjumlahkan Ads + Partai + Affiliate + Reseller + Organik.
- Angka iklan → Ads saja
- Ads Profit, Persentase Biaya Iklan, ROAS, ROI, dan Cost/Sales memakai Omzet Ads dan Pcs Ads.
- Kenapa kelimanya dikecualikan
- Karena kelimanya menjawab pertanyaan “iklan saya seefisien apa?”. Omzet Partai, Affiliate, Reseller, dan Organik datang tanpa iklan sepeser pun. Kalau ikut dimasukkan, ROAS akan terlihat bagus justru ketika iklannya sedang buruk — cukup jual grosir banyak, angka iklan langsung mengilap. Itu menyesatkan saat memutuskan naik atau turunkan budget.
- Cara mengenalinya di layar
- Kolom ROAS dan ROI diberi lencana kecil Ads di judulnya. Tiga sisanya sudah jelas dari namanya dan dari lima kartu di atas tabel yang memang khusus iklan.
- Contoh nyata
- Satu tanggal: omzet Ads 10 juta, Partai 5 juta, Affiliate 2 juta, Reseller 3 juta, biaya iklan 888 ribu.
Kolom Total Omzet menampilkan 20 juta (seluruh kanal).
Kolom ROAS menampilkan 11,26x — yaitu 10 juta ÷ 888 ribu, bukan 20 juta ÷ 888 ribu.
Membagi sendiri dua kolom yang bersebelahan akan menghasilkan 22,52x, dan itu bukan ROAS iklan Anda.
Ringkasan atas — 5 kartu (semuanya khusus iklan)
- Total Iklan Harian
- Total belanja iklan seluruh platform pada periode terpilih, sudah termasuk pajak 11%.
- ROAS
- Omzet Ads ÷ Total Iklan (+pajak)
- % Biaya Iklan
- Total Iklan (+pajak) ÷ Omzet Ads × 100
- Cost / Sales
- Total Iklan (+pajak) ÷ Jumlah Pcs Ads
- Artinya: berapa rupiah biaya iklan yang dihabiskan untuk menjual satu barang lewat iklan.
- Ads Profit
- Untung bersih dari kanal Ads saja, belum dipotong biaya operasional.
Filter periode
- Dari Tanggal & Sampai Tanggal
- Pilih periode bebas, lalu tekan Terapkan. Boleh melintasi bulan, maksimal 366 hari.
- 7 Hari / 30 Hari / Bulan Ini / Bulan Lalu
- Tombol cepat untuk periode yang sering dipakai.
Diagram batang
- Tren Iklan Harian
- Perbandingan Omzet Ads, Biaya Iklan (+pajak), dan Ads Profit per tanggal. Khusus iklan, sama seperti kelima kartu di atasnya.
Tabel Matrix Performa Laba Rugi & Iklan — 19 kolom
- Tanggal
- Tanggal transaksi. Tetap terlihat saat tabel digeser ke samping.
- Total Omzet
- Omzet kelima kanal: Ads + Partai + Affiliate + Reseller + Organik. Angkanya sama persis dengan kolom Total Omzet di menu Riwayat untuk tanggal yang sama.
- Total HPP
- Modal barang kelima kanal.
- Laba Kotor
- Total Omzet − Total HPP
- Budget Iklan
- Total belanja iklan seluruh platform, sebelum pajak.
- Total Iklan +Pajak 11%
- Budget Iklan setelah ditambah pajak 11%. Ini biaya iklan yang sesungguhnya keluar dari kantong.
- Voucher/Diskon
- Voucher dan diskon kelima kanal.
- Total Biaya Admin
- Biaya admin marketplace kelima kanal. Komisi Affiliate tidak masuk ke sini — itu pos tersendiri yang hanya memotong Affiliate Profit.
- Pajak Marketplace
- Potongan pajak penghasilan final dari marketplace, diinput manual di menu Input Data sesuai angka yang benar-benar dipotong hari itu. Tidak dihitung dari omzet mana pun. Alasannya: omzet di breakdown iklan adalah omzet kotor dasbor Shopee dan TikTok — termasuk pesanan yang batal dan yang tidak dibayar — sedangkan marketplace hanya memotong pajak dari pesanan yang benar-benar selesai. Hari yang kolomnya dikosongkan tampil Rp 0.
- Ads Profit
- Omzet Ads − HPP Ads − Admin Ads − Iklan (+pajak) − Voucher Ads
- Hanya kanal Ads. Voucher yang dipotong pun hanya Voucher Ads — voucher kanal lain sudah dipotong di laba kanalnya masing-masing, jadi kalau ikut dipotong di sini akan terhitung dua kali dan Net Profit jadi terlalu kecil.
- Net Profit
- Untung bersih seluruh kanal pada tanggal itu, sesudah dipotong biaya operasional.
Ads Profit + Partai Profit + Affiliate Profit + Reseller Profit + Organik Profit − Fix Cost − Biaya Lainnya − Pajak Marketplace
Hijau bila untung, merah bila rugi. - Persentase Biaya Iklan
- Total Iklan (+pajak) ÷ Omzet Ads × 100
- Pembaginya sengaja Omzet Ads, bukan Total Omzet. Ini ukuran efisiensi iklan.
- ROAS Ads
- Omzet Ads ÷ Total Iklan (+pajak)
- Setiap Rp 1 biaya iklan menghasilkan berapa rupiah penjualan dari iklan. Membagi kolom Total Omzet dengan kolom Total Iklan akan memberi angka lain yang lebih besar — itu bukan ROAS iklan Anda.
- ROI (%) Ads
- Ads Profit ÷ Total Iklan (+pajak) × 100
- Order/INV
- Jumlah pesanan kelima kanal.
- Total Pcs
- Jumlah barang terjual kelima kanal.
- Cost/Sales
- Total Iklan (+pajak) ÷ Jumlah Pcs Ads
- Pembaginya Pcs Ads, bukan Total Pcs — supaya angkanya sama dengan kartu Cost/Sales di atas tabel, dan tetap mengukur biaya iklan per barang yang benar-benar terjual lewat iklan.
- AOV
- Rata-rata belanja tiap transaksi, seluruh kanal.
Total Omzet ÷ Total Order - UPT
- Rata-rata jumlah barang tiap pesanan, seluruh kanal.
Total Pcs ÷ Total Order
Catatan
- Baris TOTAL
- Baris gelap paling bawah adalah jumlah seluruh periode terpilih, dan mengikuti aturan cakupan yang sama persis dengan kolom di atasnya. ROAS, ROI, % Biaya Iklan, Cost/Sales, AOV, dan UPT di baris ini dihitung ulang dari angka total, bukan dirata-rata dari kolom di atasnya. Merata-ratakan rasio menyesatkan bila belanja iklan tiap hari berbeda jauh — hari beromzet kecil akan menarik rata-rata sekuat hari beromzet besar.
- Tanggal bernilai merah
- Tanggal yang belum diisi datanya, tapi tetap dibebani biaya operasional harian. Jadi Net Profit-nya minus sebesar Fix Cost hari itu.
- Bonus Saldo Iklan tidak muncul di sini
- Disengaja. Lihat penjelasannya di bagian Laporan Tahunan.
Laporan Tahunan
Omzet dan Net Profit di sini mencakup kelima kanal, sama seperti di Laporan Harian. Bedanya cuma satu: di sini biaya iklan sudah dipotong Bonus Saldo Iklan, sedangkan di Laporan Harian tidak.
Ringkasan atas
- Total Omzet Tahunan
- Akumulasi omzet kelima kanal, Januari sampai Desember.
- Total Spent Budget Iklan
- Akumulasi belanja iklan setahun, sudah termasuk pajak 11%.
- Rata-rata ROAS Tahunan
- Omzet Tahunan (5 kanal) ÷ Belanja Iklan Tahunan (+pajak)
- % Biaya Iklan Tahunan
- Belanja Iklan (+pajak) ÷ Omzet × 100
Diagram batang
- Tren Bulanan
- Perbandingan Omzet, Belanja Iklan, dan Net Profit tiap bulan.
Tabel — 17 kolom
- Month
- Nama bulan. Tetap terlihat saat tabel digeser ke samping.
- Lazada
- Belanja iklan Lazada bulan itu, sebelum pajak.
- Google Ads
- Belanja iklan Google bulan itu, sebelum pajak.
- Meta Ads
- Gabungan Meta CPAS + Meta Website, sebelum pajak.
- Shopee
- Gabungan empat jenis iklan Shopee (Produk Indiv/Grup, Produk Otomatis, Toko, Live), sebelum pajak.
- TikTok Ads
- Gabungan TikTok GMV Max + TikTok Website, sebelum pajak.
- Total Iklan
- Jumlah seluruh kolom platform di atas, sebelum pajak.
- Pajak Iklan 11%
- Total Iklan × 11%
- Total Iklan + Pajak 11%
- Belanja iklan kotor bulan itu, sebelum dipotong bonus.
- Bonus Saldo Iklan
- Bonus saldo Shopee yang diterima bulan itu, dikurangkan langsung dari Total Iklan + Pajak 11%. Contoh: biaya iklan sebulan 1.110.000 dengan bonus 700.000 → biaya iklan bulan itu menjadi 410.000. Angkanya bisa dicocokkan langsung dengan yang tertera di Shopee. Bila bonus bulan ini lebih besar daripada biaya iklannya, sisanya otomatis dipakai bulan berikutnya — tidak hangus.
- Omzet
- Total omzet kelima kanal bulan itu: Ads + Partai + Affiliate + Reseller + Organik.
- Fix Cost
- Beban Gaji & Operasional Tetap bulan itu, diambil dari menu Operasional sesuai bulan dan tahunnya. Angka ini sebulan penuh — termasuk jatah harian pada tanggal yang belum diisi datanya, karena gaji tetap dibayar walau hari itu tidak ada penjualan. Inilah angka yang dikurangkan dari laba kelima kanal untuk menghasilkan Net Profit di kolom sebelahnya. Bulan yang Beban Gajinya belum disetel akan menampilkan Rp 0.
- Pajak Marketplace
- Jumlah Pajak Marketplace sebulan, diambil dari kolom bernama sama di Laporan Harian.
- Ads Profit
- Untung dari kanal Ads saja bulan itu.
- Net Profit
- Untung bersih seluruh kanal bulan itu sesudah dipotong biaya operasional dan Pajak Marketplace, sudah termasuk Bonus Saldo Iklan.
- ROAS
- Omzet (5 kanal) ÷ Total Iklan (+pajak)
- Persentase Biaya Iklan
- Total Iklan (+pajak) ÷ Omzet × 100
Catatan
- Bulan berwarna abu-abu
- Bulan yang belum ada datanya.
- Kenapa Net Profit di sini lebih besar daripada jumlah Laporan Harian?
- Karena Bonus Saldo Iklan sengaja tidak dihitung di Laporan Harian. Kompensasi Proteksi ROAS justru diberikan saat iklan sedang tidak mencapai target — kalau bonusnya memotong biaya harian, hari dengan iklan terburuk malah menampilkan ROAS terbaik. Selisihnya persis sebesar kolom Bonus Saldo Iklan.
- ROAS di sini beda dengan ROAS di Laporan Harian
- Bukan kesalahan. Di sini pembilangnya omzet seluruh kanal, di Laporan Harian pembilangnya omzet Ads saja.
Performa Iklan
Seluruh angka di menu ini sebelum pajak, supaya bisa dicocokkan langsung dengan dasbor Shopee dan TikTok.
Grafik perbandingan
- Perbandingan ROAS Antar Channel Iklan
- Mengadu efisiensi enam jenis iklan: empat iklan Shopee, TikTok GMV Max, dan Lazada. Batang tertinggi paling efisien.
- Kenapa hanya enam
- Hanya keenam channel itu yang punya data omzet per channel. Meta dan Google hanya dicatat biayanya, jadi ROAS-nya tidak bisa dihitung per channel.
Ringkasan Shopee
- Total Biaya Iklan Shopee
- Gabungan empat jenis iklan Shopee, sebelum pajak.
- Total Omzet Shopee
- Omzet yang dihasilkan iklan Shopee.
- ROAS Shopee
- Omzet Shopee ÷ Biaya Shopee
- ACOS
- Biaya Shopee ÷ Omzet Shopee × 100
- Kebalikan ROAS. Makin kecil makin bagus.
Tabel Shopee — 22 kolom
- Tanggal
- Tanggal transaksi. Tetap terlihat saat digeser ke samping.
- Iklan Produk (Individual & Grup)
- Empat kolom: Biaya, Omzet, ROAS, Cost/sales.
- Iklan Produk (Otomatis)
- Empat kolom: Biaya, Omzet, ROAS, Cost/sales.
- Iklan Toko
- Empat kolom: Biaya, Omzet, ROAS, Cost/sales.
- Iklan Live
- Empat kolom: Biaya, Omzet, ROAS, Cost/sales.
- TOTAL BIAYA
- Jumlah biaya keempat jenis iklan Shopee.
- TOTAL OMZET
- Jumlah omzet keempat jenis iklan Shopee.
- ROAS
- Total Omzet Shopee ÷ Total Biaya Shopee
- ACOS (%)
- Total Biaya ÷ Total Omzet × 100
- Cost/sales
- Total Biaya Shopee ÷ Jumlah Pcs Shopee
Arti kolom yang berulang
- Biaya
- Belanja iklan jenis itu, sebelum pajak.
- Omzet
- Omzet yang dihasilkan jenis iklan itu.
- ROAS
- Omzet ÷ Biaya
- Cost/sales
- Biaya ÷ Jumlah Pcs jenis itu
Ringkasan TikTok
- Total Biaya Iklan GMV Max
- Belanja iklan TikTok GMV Max, sebelum pajak.
- Total Omzet GMV Max
- Omzet yang dihasilkan GMV Max.
- ROAS GMV Max
- Omzet GMV Max ÷ Biaya GMV Max
- ACOS
- Biaya ÷ Omzet × 100
Tabel TikTok — 9 kolom
- Tanggal
- Tanggal transaksi.
- Biaya Website
- Belanja iklan TikTok yang diarahkan ke website, sebelum pajak. Sifatnya catatan saja:
tidak ikut ke kelima kartu KPI di atas tabel, dan tidak memengaruhi Cost/sales, ROAS, maupun ACOS —
semuanya itu khusus GMV Max. Kalau dicampur, ukuran efisiensi GMV Max jadi rusak,
apalagi iklan ke website belum punya data omzet sama sekali.
Biayanya tetap dihitung sebagai belanja iklan di Laporan Harian dan Laporan Tahunan, jadi tidak ada rupiah yang hilang dari perhitungan laba. - Biaya GMV Max
- Belanja iklan GMV Max hari itu, sebelum pajak.
- Omzet GMV Max
- Omzet yang dihasilkan hari itu.
- Jumlah Order
- Jumlah pesanan dari TikTok.
- Jumlah Pcs
- Jumlah barang terjual dari TikTok.
- Cost/sales
- Biaya GMV Max ÷ Jumlah Pcs TikTok
- ROAS
- Omzet ÷ Biaya
- ACOS (%)
- Biaya ÷ Omzet × 100
Catatan
- Kenapa semua angka di sini sebelum pajak
- Pajak 11% dikenakan saat mengisi saldo iklan, bukan bagian dari biaya yang dilaporkan platform. Dengan begitu angka di menu ini bisa dicocokkan baris per baris dengan dasbor Shopee dan TikTok. Pajaknya baru ditambahkan di Laporan Harian dan Laporan Tahunan, di kolom Total Iklan (+Pajak 11%).
- Order & Pcs Shopee tidak diisi manual
- Dijumlahkan otomatis dari Order dan Pcs keempat jenis iklan Shopee yang Anda isi di menu Input Data.
Ringkasan Lazada
- Total Biaya Iklan Lazada
- Belanja iklan Lazada, sebelum pajak.
- Total Omzet Lazada
- Omzet yang dihasilkan iklan Lazada.
- ROAS Lazada
- Omzet Lazada ÷ Biaya Lazada
- ACOS
- Biaya Lazada ÷ Omzet Lazada × 100
Tabel Lazada — 8 kolom
- Tanggal
- Tanggal transaksi.
- Biaya Iklan
- Belanja iklan Lazada hari itu, sebelum pajak.
- Omzet Lazada
- Omzet yang dihasilkan hari itu.
- Jumlah Order
- Jumlah pesanan dari Lazada.
- Jumlah Pcs
- Jumlah barang terjual dari Lazada.
- Cost/sales
- Biaya Iklan ÷ Jumlah Pcs Lazada
- ROAS
- Omzet ÷ Biaya
- ACOS (%)
- Biaya ÷ Omzet × 100
Input Data
Bagian atas
- Tanggal
- Tanggal transaksi. Otomatis terisi hari ini. Ditampilkan sebagai tanggal/bulan/tahun — 01/08/2026 berarti 1 Agustus, bukan 8 Januari.
- Catatan (opsional)
- Penjelasan singkat kenapa angka hari itu berbeda, misalnya “budget iklan naik 2x” atau “saldo iklan habis”. Bisa dicari lewat kotak pencarian di menu Riwayat.
Lima kanal penjualan
- Kenapa dipisah jadi lima
- Supaya ketahuan kanal mana yang benar-benar menghasilkan untung. Menggabungkan kelimanya jadi satu angka omzet akan menyembunyikan kanal yang sebetulnya rugi.
- Ads
- Penjualan yang datang dari iklan berbayar. Hanya kanal ini yang menanggung biaya iklan.
- Partai
- Penjualan grosir. Tidak menanggung biaya iklan.
- Affiliate
- Penjualan lewat affiliator. Tidak menanggung biaya iklan, tetapi menanggung komisi affiliate.
- Reseller
- Penjualan lewat reseller. Kolom dan rumusnya sama persis dengan Partai, dipisah supaya performanya bisa dilihat sendiri-sendiri.
- Organik
- Penjualan yang tidak datang dari iklan dan bisa datang dari mana pun — misalnya dari postingan, penawaran ke pelanggan lama supaya repeat order, atau rekomendasi. Tidak menanggung biaya iklan.
- Satu penjualan, satu kanal
- Setiap penjualan dicatat di satu kanal saja. Penjualan yang sudah dicatat di Organik jangan dicatat lagi di Ads atau kanal lain, supaya omzetnya tidak terhitung dua kali.
1. Penjualan Ads
- Omzet Ads
- Total penjualan yang datang dari iklan.
- HPP Ads
- Modal barang yang terjual lewat iklan.
- Jumlah Order
- Banyaknya pesanan dari iklan.
- Jumlah Pcs
- Banyaknya barang terjual dari iklan.
- Voucher/Diskon Ads
- Potongan harga yang Anda tanggung sendiri, bukan yang ditanggung marketplace.
- Biaya Admin Ads
- Potongan dari marketplace.
2. Penjualan Partai
- Omzet, HPP, Order, Pcs, Voucher, Admin Partai
- Enam kolom yang sama seperti Ads, tapi untuk penjualan grosir. Tidak menanggung biaya iklan.
3. Penjualan Affiliate
- Omzet, HPP, Order, Pcs, Voucher, Admin Affiliate
- Enam kolom yang sama seperti Ads, tapi untuk penjualan lewat affiliator.
- Komisi Affiliate TikTok
- Bagian yang diberikan kepada affiliator. Hanya kanal Affiliate yang punya kolom ini.
4. Penjualan Reseller
- Omzet, HPP, Order, Pcs, Voucher, Admin Reseller
- Enam kolom yang sama seperti Partai, tapi untuk penjualan lewat reseller. Tidak menanggung biaya iklan dan tidak ada komisi.
- Kenapa dipisah dari Partai kalau rumusnya sama
- Supaya performa kedua kanal bisa dilihat sendiri-sendiri di Dashboard, tidak tercampur jadi satu angka.
5. Penjualan Organik
- Omzet, HPP, Order, Pcs, Voucher, Admin Organik
- Enam kolom yang sama seperti Reseller, tapi untuk penjualan organik. Tidak menanggung biaya iklan dan tidak ada komisi.
- Mulai berlaku
- Kanal Organik mulai dicatat sejak 10 September 2026. Data sebelum tanggal itu tidak diubah, jadi kolom Organik-nya bernilai 0.
Card Pajak Marketplace
- Letaknya
- Card tersendiri tepat di bawah Input Laba Rugi Per Channel Penjualan, berisi satu isian: Pajak Marketplace (Rp).
- Diisi berapa
- Angka potongan pajak yang benar-benar dipotong marketplace pada tanggal itu, dilihat dari laporan penghasilan atau rincian potongan di dasbor Shopee, TikTok, atau Lazada. Diisi harian, mengikuti tanggal potongannya muncul.
- Kenapa tidak dihitung otomatis
- Pernah dicoba memakai tarif 0,5% dikali omzet marketplace, dan hasilnya selalu lebih besar daripada kenyataan. Omzet di breakdown iklan adalah omzet kotor dasbor marketplace — termasuk pesanan yang batal dan yang tidak dibayar — sedangkan pajak hanya dipotong dari pesanan yang benar-benar selesai.
- Kalau dikosongkan
- Dianggap Rp 0, dan tidak memunculkan popup peringatan kolom kosong. Hari tanpa potongan memang wajar.
- Pengaruhnya
- Langsung mengurangi Net Profit hari itu dan masuk ke Total Biaya. Muncul sebagai kolom tersendiri di Laporan Harian dan Laporan Tahunan.
6. Biaya iklan per platform
- Meta Ads — CPAS
- Belanja iklan Meta jenis CPAS.
- Meta Ads — Website
- Belanja iklan Meta ke website.
- Shopee: Iklan Produk (Indiv/Grup)
- Isi Biaya, Omzet, Order, dan Pcs.
- Shopee: Iklan Produk (Otomatis)
- Isi Biaya, Omzet, Order, dan Pcs.
- Shopee: Iklan Toko
- Isi Biaya, Omzet, Order, dan Pcs.
- Shopee: Iklan Live
- Isi Biaya, Omzet, Order, dan Pcs.
- Shopee: Bonus Saldo Iklan
- Kompensasi Proteksi ROAS dari Shopee. Isi sesuai tanggal diterima di Shopee › Saldo Saya › Bonus Saldo Iklan. Tidak memengaruhi perhitungan harian sama sekali — hanya diperhitungkan di Laporan Tahunan.
- TikTok: Jumlah Order & Pcs
- Total pesanan dan barang dari TikTok.
- TikTok: GMV Max
- Isi Biaya Iklan dan Omzet GMV Max.
- TikTok: Website
- Belanja iklan TikTok ke website.
- Lazada: Jumlah Order & Pcs
- Total pesanan dan barang dari Lazada.
- Lazada: Iklan Lazada
- Isi Biaya Iklan dan Omzet Lazada. Keduanya mengisi tabel Performa Iklan Lazada. Boleh dikosongkan pada hari tanpa penjualan Lazada.
- Google Ads
- Belanja iklan Google. Berdiri sendiri di bagian 5 karena tidak punya data omzet per channel.
- Tokopedia tidak ada lagi
- Kolom Tokopedia Ads sudah dihapus karena penjualan dan iklan Tokopedia menyatu di dasbor TikTok — angkanya sudah ikut di TikTok GMV Max. Kolom Tokopedia di Laporan Tahunan ikut dihapus. Data lama tetap tersimpan di database dan tidak ada angka yang hilang, karena belanja iklan Tokopedia selama ini selalu Rp 0.
- Semua diisi sebelum pajak
- Pajak 11% ditambahkan otomatis oleh aplikasi. Jangan menambahkannya sendiri, nanti terhitung dua kali.
Ringkasan bawah
- Preview Live
- Menghitung otomatis sambil Anda mengetik: Total Omzet (5 kanal), Total HPP (5 kanal), Subtotal Iklan, Total Iklan (+pajak), kelima laba kanal, Pajak Marketplace, dan Net Profit.
- Kotak peringatan kuning
- Muncul bila ada angka janggal, misalnya HPP lebih besar dari Omzet, atau Omzet terisi tapi Jumlah Order masih 0. Sifatnya mengingatkan saja, tidak menghalangi penyimpanan — kondisi tidak biasa kadang memang nyata.
- Popup saat menyimpan
- Bila seluruh isian masih 0, penyimpanan ditahan karena tidak ada data yang bisa disimpan. Bila ada kolom yang masih 0, muncul daftar kolomnya beserta pilihan Isi Dulu atau Lanjut Simpan. Kolom yang tidak ikut diperiksa karena memang tidak diisi setiap hari: Bonus Saldo Iklan, Google Ads, seluruh kolom Lazada (Biaya Iklan, Omzet, Order, Pcs), Pajak Marketplace, dan seluruh kolom Organik. Di popup Edit, yang berlaku hanya penahan data kosong.
Catatan
- Biaya operasional tidak perlu diisi
- Diisi otomatis dari Beban Gaji di menu Operasional — sesuai bulan dan tahun tanggal yang diisi — lalu dibagi rata ke setiap hari.
- Satu tanggal satu catatan
- Tanggal yang sudah ada datanya tidak bisa disimpan ulang dari Input Data, karena kolom yang dibiarkan kosong akan menimpa angka lama menjadi 0. Begitu tanggal seperti itu dipilih — atau menu Input Data dibuka dengan tanggal itu — muncul popup dengan pilihan Buka Edit (membuka data lengkapnya untuk diubah) atau Ganti Tanggal.
- Kolom kosong sama dengan 0
- Tidak perlu mengetik 0 di setiap kolom yang tidak dipakai.
Riwayat Data Transaksi
Kolom Total Omzet dan Total HPP di menu ini mencakup kelima kanal, sama persis dengan kolom bernama sama di Laporan Harian. Satu tanggal menampilkan angka yang identik di kedua menu.
Alat
- Kotak pencarian
- Mencari berdasarkan ID transaksi atau isi catatan.
- Filter Dari/Sampai Tanggal
- Menampilkan transaksi bulan lain supaya bisa diubah atau dihapus. Tekan Terapkan setelah memilih.
- Tombol cepat Bulan Ini / Bulan Lalu
- Pintasan periode yang sering dipakai.
Tabel — 11 kolom
- ID Transaksi
- Nomor otomatis berformat LR-tanggal-urutan. Tidak bisa diubah.
- Tanggal
- Tanggal transaksi.
- Total Omzet
- Omzet seluruh kanal pada tanggal itu: Ads + Partai + Affiliate + Reseller + Organik.
- Total HPP
- Modal barang seluruh kanal.
- Iklan (+Pajak 11%)
- Belanja iklan hari itu sudah termasuk pajak.
- Net Profit
- Untung bersih hari itu sesudah Fix Cost. Hijau bila untung, merah bila rugi.
- % Ad Spend
- Iklan (+pajak) ÷ Total Omzet (5 kanal) × 100
- Catatan
- Catatan yang Anda tulis saat menyimpan.
- Dibuat Oleh
- Pengguna yang pertama kali membuat catatan itu.
- Diubah Oleh
- Pengguna yang terakhir mengubah, beserta waktunya.
- Aksi
- Ikon pensil untuk mengubah lewat popup, ikon tempat sampah untuk menghapus.
Catatan
- Mengubah data lewat popup
- Popupnya berisi seluruh kolom yang sama dengan menu Input Data, termasuk kelima kanal dan seluruh biaya iklan.
- Menghapus bersifat permanen
- Data yang dihapus tidak bisa dikembalikan dari dalam aplikasi. Yang tersisa hanya jejaknya di Log Aktivitas (menu Pengaturan). Untuk benar-benar memulihkannya diperlukan berkas backup — buatlah backup lebih dulu di menu Pengaturan sebelum menghapus banyak data.
Operasional
Setelan di menu ini disimpan per tahun sekaligus per bulan. Januari 2026 dan Januari 2027 berdiri sendiri-sendiri.
Memilih periode
- Pilih Tahun
- Tahun yang akan disetel. Daftarnya memuat semua tahun yang sudah berdata, ditambah tahun berjalan dan tahun depan supaya setelan tahun baru bisa disiapkan lebih awal.
- Pilih Bulan
- Bulan yang akan disetel. Tiap bulan boleh punya angka berbeda.
- Ganti bulan atau tahun sebelum menyimpan
- Muncul peringatan bahwa perubahan akan hilang, lengkap dengan bulan dan tahun yang sedang dibuka. Membatalkan akan mengembalikan kedua pilihan ke semula.
Yang bisa disetel
- Beban Gaji & Operasional Tetap
- Total biaya tetap sebulan seperti gaji, sewa, dan listrik. Dibagi rata ke setiap hari dalam bulan itu.
- Target Omzet Bulanan
- Target penjualan bulan itu. Dipakai oleh tracker target di Dashboard.
- Batas Max Biaya Iklan (%)
- Batas wajar belanja iklan terhadap omzet. Bila terlampaui, Dashboard memberi tanda merah berkedip. Nilai 0 berarti peringatannya mati.
- Estimasi Pro-Rata per Hari
- Beban Gaji ÷ jumlah hari dalam bulan itu
- Jumlah harinya mengikuti tahun yang dipilih, jadi Februari tahun kabisat dihitung 29 hari.
Catatan
- Tahun baru mulai dari nol
- Bulan-tahun yang belum pernah disetel bernilai 0, dan sengaja tidak mewarisi angka tahun sebelumnya. Gaji, sewa, dan target omzet berbeda tiap tahun — kalau angka lama ikut terbawa diam-diam, laporan tahun baru akan salah tanpa ada tanda apa pun, dan biasanya baru ketahuan setelah dipakai mengambil keputusan. Konsekuensinya: setiap awal tahun ketiga setelan ini perlu diisi ulang.
- Mengubah di tengah bulan
- Fix Cost tidak disimpan per baris transaksi, melainkan dihitung ulang dari setelan bulan berjalan setiap kali laporan dibuka. Jadi mengubah Beban Gaji langsung mengalir ke seluruh tanggal di bulan itu, tidak ada yang tertinggal memakai angka lama.
- Sisa pembulatan
- Beban Gaji dibagi rata per hari, dan sisa pembulatannya dibebankan ke tanggal terakhir bulan itu. Dengan begitu jumlah sebulan penuh kembali persis ke angka yang Anda ketik — termasuk angka seperti 49.999.999 yang tidak habis dibagi 31.
- Tanggal tanpa data tetap dibebani
- Beban Gaji tetap harus dibayar meski hari itu tidak ada penjualan. Jadi tanggal kosong tampil rugi sebesar jatah hariannya, bukan nol.
Pengaturan
Identitas toko
- Nama Toko
- Tampil di pojok kiri atas aplikasi.
- URL Logo Toko
- Alamat gambar logo. Harus diawali http:// atau https://
- Preview Logo
- Menampilkan logo sebelum disimpan.
Backup Database
- Buat Backup Sekarang
- Menyalin seluruh isi database menjadi satu berkas baru bertanggal di server, lalu memberi tautan untuk mengunduhnya.
- Kapan dipakai
- Sebelum melakukan perubahan besar: menghapus banyak data, mengimpor CSV berisi ratusan baris, atau mengganti setelan operasional lama. Salinan ini tetap aman walau data aslinya berubah.
- Saran
- Unduh berkasnya dan simpan juga di luar server. Backup yang hanya ada di server yang sama tidak menolong bila servernya sendiri bermasalah.
Impor Data dari CSV
- Khusus ADMIN
- Bagian ini hanya tampil untuk akun ADMIN, sama seperti Log Aktivitas dan daftar berkas backup. Akun STAFF yang punya akses menu Pengaturan tetap bisa membuat backup, tetapi tidak bisa mengunduhnya — berkas backup memuat seluruh data keuangan beserta sidik kata sandi semua akun.
- Untuk apa
- Memindahkan data lama dari Excel atau Google Sheets tanpa mengetik ulang satu per satu.
- Unduh Berkas Contoh
- Berkas CSV berisi baris nama kolom yang benar dan satu baris contoh. Nama kolomnya sama dengan istilah di menu Input Data, jadi tidak perlu menghafal padanan baru. Berkas contoh selalu mengikuti kolom terbaru — termasuk kolom Reseller, Bonus Saldo Iklan, dan Omzet/Order/Pcs Lazada.
- Pilih Berkas CSV
- Berkas diperiksa dulu, hasilnya ditampilkan, baru Anda menekan tombol impor. Impor tidak pernah langsung berjalan.
- Kolom tanggal wajib
- Kolom lain boleh dikosongkan atau diisi 0.
- Tanggal yang sudah ada akan ditimpa
- Bukan digandakan. Periksa dulu di menu Riwayat bila ragu.
- Gagal satu, gagal semua
- Bila ada satu baris saja yang bermasalah, tidak ada satu pun baris yang diimpor. Data setengah terimpor jauh lebih sulit dibereskan daripada impor yang gagal seluruhnya.
- Batas
- Maksimal 2.000 baris dan 2 MB sekali impor.
Log Aktivitas
- Untuk apa
- Mencatat siapa melakukan apa dan kapan — termasuk data yang sudah dihapus. Ini satu-satunya jejak yang tersisa setelah sebuah transaksi dihapus.
- Waktu
- Kapan aktivitas terjadi, waktu Jakarta (WIB).
- Pengguna
- Akun yang melakukannya.
- Aktivitas
- Jenis tindakan: login, simpan, ubah, hapus, impor, dan seterusnya.
- Rincian
- Keterangan tambahan, misalnya ID transaksi yang disentuh.
- IP
- Alamat internet yang dipakai saat itu. Berguna bila ada aktivitas yang tidak Anda kenali.
- Saringan “Semua aktivitas”
- Menyaring log berdasarkan jenis tindakan tertentu.
Profil & User
Tambah user baru
- Username
- Minimal 3 karakter, otomatis jadi huruf kecil.
- Nama Lengkap
- Nama yang tampil di header aplikasi.
- Password
- Minimal 6 karakter.
- Role Akses
- ADMIN bisa mengelola user, backup, dan impor CSV. STAFF tidak.
Daftar & pengelolaan
- Daftar Pengguna Aktif
- Semua user beserta ID, peran, dan tanggal dibuat.
- Reset Password
- Mengganti password user. Sesi aktifnya langsung diputus, jadi dia harus login ulang.
- Hapus User Terpilih
- Menghapus user beserta aksesnya. ADMIN terakhir dan akun sendiri tidak bisa dihapus — pengaman supaya aplikasi tidak pernah kehilangan seluruh administratornya.
Keamanan
- Percobaan login gagal
- Akun terkunci 15 menit setelah 5 kali salah password.
- Masa sesi
- Berakhir otomatis 4 jam sesudah login, dihitung di server. Menutup laptop, mematikan browser, atau membiarkan halaman terbuka tidak memperpanjangnya. Login jam 08.00 → sesi mati jam 12.00, apa pun yang terjadi di laptop.
- Peringatan sebelum habis
- Muncul beberapa menit sebelum sesi berakhir, supaya data yang sedang diketik sempat disimpan.
- Menu terkunci
- Akun yang belum diberi akses ke suatu menu akan melihat halaman “Menu ini belum dibuka”. Hubungi administrator untuk meminta aksesnya.
Menu ini belum dibuka
Akun Anda belum diberi akses ke menu . Silakan hubungi administrator untuk meminta aksesnya.
Tambah User Baru
Daftarkan pengguna baru
Daftar Pengguna Aktif
- Memuat data user...
Reset Password User
Password baru diberikan oleh administrator kepada user bersangkutan.